Rabu, 25 September 2013

tips dan trik menghadapi SBMPTN

Berikut adalah tips dan trik menghadapi Ujian tulis masuk perguruan tinggi (sbmptn,mandiri,spmb,dll.) :

  1. Penguasaan materi, Kuasailah seluruh materi-materi yang akan diujikan. Belajar dari pengalaman saya, soal SBMPTN memiliki tingkat kesulitan diatas soal UN,bahkan bisa jadi soal SBMPTN itu jauh dari prediksi teman-teman. Oleh karena itu, sebaiknya teman-teman melakukan persiapan lebih awal dengan cara mulai mencari buku-buku penunjang materi SBMPTN tersebut. sedikit Tips dari saya, sebaiknya teman-teman banyak memasang target pada materi TPA dan kemampuan dasar karena pada TPA dan Kemdas banyak menggunakan logika,namun bukan berarti kita meremehkan tes kemampuan jurusan, intinya maksimalkan kemampuan teman-teman :) .
  2. Lakukan Uji Coba (Try Out) - Saya sarankan teman-teman mengikuti Try Out atau berlatih sendiri dengan menjawab soal-soal yang ada dengan alokasi waktu yang ditentukan pada SBMPTN nanti. Karena dengan banyak berlatih kita akan terbiasa memanage waktu serta akan lebih banyak materi terkuasai.
  3. Pilihan Jurusan (Program Study) - Pilihlah program study dan PTN sesuai dengan kemampuan Anda. Pilihlah pada pilihan pertama program study yang sesuai dengan kemampuan teman-teman (bisa dikatakan cita-cita teman-teman). Pilihan kedua, pilihlah program study yang passing gradenya minimal 15% dibawah pilihan pertama.serta pilihan ketiga merupakan pilihan yang menurut teman-teman bisa teman-teman capai. note: dalam penyusunan pilihan perhatikan grade prodi(jurusan) yang teman-teman pilih susun dari grade terbesar pada pilihan pertama hingga grade yang terkeci pada pilihan ketiga. 
  4. Banyak Berdoa, nah untuk tips yang terakhir ini adalah tips yang paling penting teman-teman, sekeras apapun kalian berusaha,sepintar apapun kalian,tanpa berdoa semua sepertinya sia-sia :),ingat semua harapan itu terwujud karna izin Tuhan Yang Maha Esa.

Selasa, 17 September 2013

Pengertian Perencanaan Menurut Para Ahli

Beberapa Arti Perencanaan Menurut Para Ahli



  1. Garth N.Jone, Perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan pengembanngan dari pada tindakan yang paling baik untuk pencapaian tugas.
  2. M.Farland, Perencanan adalah suatu fungsi dimana pimpinan kemungkinan mengunakan sebagian pengaruhnya untuk mengubah daripada wewenangnya.

  3. Abdulrachman (1973), Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan fakta-fakta dan atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan untuk melaksanakan tindakan-tindakan kemudian.
  4. Siagian (1994), Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penetuan secara matang daripada hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian yang telah ditentukan.
  5. Terry (1975), Perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu.
  6. Kusmiadi (1995), Perencanaan adalah  proses dasar yang kita gunakan  untuk memilih tujuan-tujuan dan menguraikan bagaimana cara pencapainnya.
  7. Soekartawi (2000), Perencanaan adalah pemilihan alternatif atau pengalokasian berbagai sumber daya yang tersedia. 

Selasa, 10 September 2013

Proses sosial dan perubahan sosial



1.       Pengertian proses sosial
Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan
dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentu-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang terlah ada. Proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbale-balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh-mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dst.

                                Menurut Selo Soemardjan, proses sosial adalah hubungan timbal balik antara manusia (individu) dengan berbagai segi kehidupan bersama. Oleh karena itu, proses sosial memiliki pengertian yang cukup luas, di mana di dalamnya mencakup hubungan timbal balik antara manusia dengan segi ekonomi, manusia dengan budaya, manusia dengan politik, dan juga antara manusia dengan manusia lainnya di dalam suatu kelompok masyarakat.
                               
                                Proses sosial yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:
·         Identifikasi, yaitu kecenderungan dan keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Proses ini dapat berlangsung secara sengaja ataupun tidak disengaja. Contoh:
·         Sugesti, yaitu sikap menerima suatu pandangan atau pemikiran dari pengaruh pihak lain. Contoh: orang yang lagi tertimpa masalah cenderung lebih mudah tersinggung.
·         Simpati, yaitu suatu proses seseorang yang merasa tertarik pada sesuatu atau pihak lain yang biasanya bersifat subyektif. Contoh: seorang menyukai pelajaran sosiologi karena gurunya cantik.
·         Imitasi, yaitu suatu proses menirukan tindakan, nilai, dan norma yang ada pada pihak lain oleh suatu individu atau kelompok sosial. Contoh: meniru gaya hidup seorang guru yang kamu sukai.

                                Proses sosial erat kaitannya dengan interaksi sosial, Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial(yang juga dapat dinamakan sebagai proses sosial) karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi antara kelompok tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya.

                                Interaksi sosial terbagi menjadi dua,yakni :
·         Interaksi langsung
Interaksi langsung adalah interaksi yang di lakukan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok yang dilakukan secara langsung bertatap muka (face to face). Contoh : proses belajar mengajar.



·         Interaksi tak langsung
interaksi tidak langsung adalah interaksi yang dilakukan dengan menggunakan perantara orang ketiga atau melalui media lain seara tidak langsung. Contoh : Budi tidak dapat masuk kelas karena sakit, Budi mengirimkan surat kepada guru melalui temannya.               
               
                                Menurut gilin dan gilin ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat adanya interaksi sosial,yakni :
a.       Proses-proses yang asosiatif yang terbagi menjadi 4 bagian,yakni:
·         Kerjasama (cooperation), yakni suatu bentuk usaha bersama antara beberapa orang atau antar beberapa lembaga tertentu untuk mencapai suatu tujuan bersama.
·         Akomodasi (accomodation), yakni suatu proses atau upaya yang dilakukan untuk meredakan konflik atau ketegangan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.
·         Asimilasi (accimilation), yakni suatu upaya untuk meningkatkan kesatuan tindakan,sikap, dan proses proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama.
·         Adaptasi (adaptation), yaitu prose penyesuaian diri yang dilakukan individu atau suatu kelompok yang sebelumnya mengalami konflik atau pertentangan dalam rangka mengurangi ketegangan konflik yang terjadi.

                                Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa proses sosial merupakan suatu cara berhubungan antar sesama manusia sebagai makhluk sosial dan merupakan suatu cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok masyarakat saling bertemu dan menentukan sistem atau aturan agar proses komunikasi bersamaberjalan dengan baik. Sedangkan interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial serta merupakan bentuk umum dari proses sosial.

2.       Pengertian perubahan sosial
Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran
atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.

Berikut beberapa Pengertian Perubahan Sosial Menurut Ahli :

1.       William F.Ogburn mengemukakan bahwa “ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.”
2.       Kingsley Davis mengartikan “perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.”
3.       MacIver mengatakan “perubahan-perubahan sosial merupakan sebagai perubahanperubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.”
4.       JL.Gillin dan JP.Gillin mengatakan “perubahan-perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.”
5.       Samuel Koenig mengatakan bahwa “perubahan sosial menunjukkan pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia”.
6.         Selo Soemardjan mengatakan perubahan sosial adalah semua perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, dan mencakup didalamnya nilai-niai dan pola-pola perilaku diantara kelompok-kelompok yang ada dalam masyarakat.
7.    Bruce C. Cohel mengemukakan bahwa Perubahan sosial adalah perubahan struktur sosial dan perubahan pada organisasi sosial. Syarat utama dalam perubahan itu adalah sistem sosial dalam pergaulan hidup yang menyangkut nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat.
Contoh-contoh perubahan sosial :
a)      Contoh perubahan sosial secara lambat (evolusi)
·         Perkembangan industri
·         Penggunaan komputer
·         Penggunangan kapal terbang
b)      Contoh perubahan sosial cepat
·         Revolusi Perancis
·         Revolusi Vietnam
·         Revolusi pesawat terbang
c)       Contoh perubahan sosial kecil
·         Mode rambut
·         Mode pakaian
·         Mode sepatu
d)      Contoh perubahan sosial besar
·         Perubahan kepala negara
·         Perubahan susunan kabinet
·         Perubahan sistem pemerintahan
e)      Contoh perubahan yang tidak direncanakan
·          Mode rambut
·         Revolusi
·         Cara bicara
 Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah modifikasi atau semua perubahan yang terjadi pada masyarakat yang kemudian mempengaruhi sistem sosial yang disebabkan beberapa faktor seperti perubahan geografis.


pengertian kelembagaan sosial



1.    PENGERTIAN KELEMBAGAAN SOSIAL
Lembaga Sosial menurut para ahli:
a. Mac Iver dan Page yaitu tata cara atau prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang berkelompok dalam suatu kelompok kemasyarakatan yang dinamakan asosiasi
b. Horton dan Hunt, lembaga sosial adalah suatu sistem norma untuk mencapai tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting
c. Kornblum mengemukakan bahwa lembaga sosial sebagai suatu struktur status dan peran yang diarahkan ke pemenuhan keperluan dasar anggota masyarakat
d. Koentjoroningrat memberi batasan yang dimaksud dengan pranata sosial adalah sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu untuk berinteraksi menurut pola resmi atau suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan kompleks khusus dalam kehidupan manusia

2.    CIRI-CIRI LEMBAGA SOSIAL
Berikut adalah ciri-ciri dari lembaga sosial:
1. Merupakan suatu organisasi pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatandan hasilnya terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan dan kebiasaan serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung dan tidak tergabung dalam suatu unit yang fungsional
2. Mempunyai tingkat kekekalan tertentu sehingga orang menganggapnya sebagai himpunan norma yang sudah sewajarnya harus dipertahankan
3. Mempunyai suatu atau beberapa tujuan tertentu
4. Mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan
5. Mempunyai lambang atau simbol yang menggambarkan tujuan dan fungsinya
6. Mempunyai tradisi tertulis ataupun tidak tertulis yang merupakan dasar dari pranata yang bersangkutan dalam menjalankan fungsinya

3.    TIPE – TIPE LEMBAGA
Menurut Gillin dan Gililin tipe lembaga sosial dapat ditinjau dari berbagai sudut antara lain :
1.    Dari Sudut Perkembangannya
a.                         crescive institutions : tidak sengaja dibentuk dari adat istiadat masyarakat.
Contoh : institusi agama, pernikahan
b. enacted institutions : sengaja dibentuk dari adat istiadat masyarakat.
Contoh : institusi pendidikan
2.    Dari Sudut Sistem Nilai yang Diterima oleh Masyarakat
a.                         basic institutions : penting untuk memelihara tata tertib di masyarakat.
Contoh : keluarga, sekolah, negara
b. subsidiary institutions: dianggap kurang penting untuk memelihara tata tertib di masyarakat.  Contoh : rekreasi
3.    Dari Sudut Penerimaan Masyarakat
a. approved atau social sanctional institutions : diterima oleh masyarakat.
       Contoh: sekolah dan perusahaan dagang
b. unsanctioned institutions : ditolak oleh masyarakat, walau masyarakat tidak mampu memberantasnya.  Contoh : penjahat, pencoleng
4.    Dari Sudut Penyebarannya
a.                         general institutions : diterima oleh sebagian besar masyarakat dunia.
Contoh: pranata agama
b.resstricted institutions : dikenal oleh masyarakat tertentu saja.
Contoh : pranata agama Islam, Kristen, Katholik, budha dan Hindu
5.    Dari Sudut Fungsinya
a.                        operative institutions : berfungsi menghimpun pola-pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari masyarakat yang bersangkutan, misal, masyarakat industri.
b.regulative institutions : bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang ada dalam masyarakat, misalnya pranata hukum seperti kejaksaan dan pengadilan.
Macam lembaga sosial diantaranya:
1.    Lembaga Keluarga
Keluarga adalah unit social yang terkecil dalam masyarakat dan juga institusi pertama yang dimasuki seorang manusia ketika dilahirkan. Proses Terbentuknya Keluarga Pada umumnya keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah menurut agama, adat atau pemerintah dengan proses seperti dibawah ini :
  • Diawali dengan adanya interaksi antara pria dan wanita
  • Interaksi dilakukan berulang-ulang, lalu menjadi hubungan social yang lebih intim sehingga terjadi proses perkawinan.
  • Setelah terjadi perkawinan, terbentuklah keturunan , kemudian terbentuklah keluarga inti.
2.    Lembaga Pendidikan
Fungsi ini berkaitan dengan fungsi lembaga pendidikan secara tersembunyi yaitu menciptakan atau melahirkan kedewasaan peserta didik.Singkat kata bahwa fungsi pendidikan yang berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifest) adalah :
a.                         mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah
b.mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentaingan masyarakat.
c.  melestarikan kebudayaan
d. menanamkan ketrampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi.
3.    Lembaga Ekonomi
                           Pada hakekatnya tujuan yang hendak dicapai oleh lembaga ekonomi adalah terpenuhinya  kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat.
                                Fungsinya dari lembaga ekonomi adalah :
                                   1.memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
                                   2.memberikan pedoman untuk melakukan pertukaran barang/barter
                                   3.memberi pedomantentang harga jual beli barang
                                   4.memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja
                                   5.memberikan pedoman tentang cara pengupahan
                                   6.memberikan pedomantentang cara pemutusan hubungan kerja
4.    Lembaga Politik
Lembaga politik merupakan lembaga yang menangani masalah administrasi dan tata tertib umum demi tercapainya keamanan dan ketentraman masyarakat. Lembaga yang merupakan pembantunya adalah seperti sistem hukum dan perundang-undangan, kepolisian, angkatan bersenjata, kepegawaian, kepartaian, hubungan diplomatik. Bentuk pranata atau institusi politik yang mengkoordinasi segala kegiatan diatas disebut negara. Fungsi lembaga politik :


·  Pelembagaan norma melalui Undang-Undang yang disampaikan oleh badan-badan legislatif.
·  Melaksanakan Undang-Undang yang telah disetujui.
·  Menyelesaikan konflik yang terjadi di antara para warga masyarakat yang bersangkutan.
·  Menyelenggarakan pelayanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan seterusnya.
·  Melindungi para warga masyarakat atau warga negara dari serangan bangsa lain.
·  Memelihara kesiapsiagaan/kewaspadaan menghadapi bahaya.
5.    Lembaga Agama  
                            Lembaga Agama adalah sistem keyakinan dan praktek keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan.
                Fungsi Lembaga agama adalah:
·  Sebagai pedoman hidup
·  Sumber kebenaran
·  Pengatur tata cara hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan
·  Tuntutan prinsip benar dan salah