Kamis, 28 November 2013
aku dan jalan Tuhan
aku tau mentari pagi itu seakan-akan mengolok-olokku "hey tumben jam segini sudah bangun", tapi aku tak peduli yang aku pedulikan hanya hari ini aku berharap menjadi hari besar untukku. Kembali aku mulai perjalanan menuju sebuah daerah yang mungkin juga bisa menjadi saksi sejarah hidupku kelak, kota kecil bernama Rimbo Bujang tempatku sekolah,bermusik dan belajar hidup. Satu jam berselang aku sudah bisa mencium riuh aroma pasar,pertanda aku sudah memasuki lingkup daerah itu. Namun sesampainya disana aku kecewa, kabar angin telah menipuku, membuatku harus berteman dengan jam dan waktu menanti angka 4 datang menjemputku. Hingga saat yang di tunggu pun tiba, angka 4 di jam tanganku menyapa,bergegas aku menuju tempat di mana aku bimbingan belajar. Namun sesampainya disana keberuntungan belum berpihak pada kami,satu persatu sahabatku mencoba dan tak satupun pula ada yang di terima,hingga giliranku tiba,kumasukkan semua kode yang diminta dan muncullah pernyataan yang tak pernah ku tunggu yang mengisaratkan aku tak beruntung di kancah ini. Hatiku di hujam,di rajam dan bahkan seperti semua hal kejam itu ku rasakan. Lekas saja senyum kebohongan dariku dan teman-teman pun menghiasi ruangan "sudah masih ada jalur lain".ketika itu aku sangat mengutuk arti SNMPTN,memaki bahwa itu hanya sebuah togel semata, rasa tidak terima dengan kegagalanku semakin terasa saat orang sekitarku seakan bertindak seperti wartawan "hey kuliah di mana kamu?" aku hanya bisa menjawab "aku masih berusaha mencari yang terbaik untukku". Rasa menyalahkan diri sendiri pun terus berlanjut namun hari terus berlari, hidupku pun berlanjut menuju kancah baru, sebuah ajang besar penentu masa depanku yakni menyambut, yang mereka sebut SBMPTN. Di sini aku harus kembali melengkapi amunisiku, berjalan jauh menuju kota besarlah salah satunya. Aku beranjak menuju kota bersama mereka pejuang sepertiku. kota ini sebenarnya tidak terlalu asing bagiku, kota yang harus selalu aku banggakan di manapun aku berada bahkan mungkin bukan hanya aku semua orang yang ada di sini. babak baru dimulai, aku mulai di sibukkan dengan kegiatan blajar dan bermain, yang pasti satu kata yang bisa menggambarkan kesanku di kota itu "nyasar" ya nyasarlah yang menciptakan banyak cerita di perjalananku bersama teman seperjuanganku serta saudara laki-lakiku. Satu bagian hidup yang mungkin bukan hanya aku yang mengingatnya, tapi semua yang merasakan saat itu. Satu hal yang ku syukuri, disana aku mulai bisa mengobati diri setelah menemukan sebuah buku milik saudara laki-lakiku buku yang mungkin akan selalu ada di ingatanku. Buku yang berjudul "Think positive, Feel positive and get positive life" membawa banyak arti perubahan di hidupku, dari situ aku mulai belajar berfikir positif. Waktu berputar dengan segala ceritanya, hingga tiba saat aku harus kembali ke medan perang, malam sebelum perang aku tak lagi mengisi amunisi, bukan merasa siap tapi memang sepertinya aku terlalu pasrah. Pagi pun menyambut, yak sejarah besar akan berlanjut, untuk pertama kali aku duduk di bangku universitas, salah satu universitas pilihanku bukan sebagai mahasiswa tapi masih sebagai calon mahasiswa. Perlahan soal sudah di bagikan di susul dengan lembar jawaban, mulai ku buka dan mulai pula aku merasa keteteran dengan soal ini,yak hari pertama hanya 48 soal TPA, 20 matdas yang bisa ku kerjakan. Pulang dengan sedikit kekecewaan, hingga hari baru bersinar aku telah siap untuk sesi kedua, soal yang aku sebut jurusan, di sini aku benar-benar tercengang soal yang ku terima jauh dari perkiraan,bahkan saking tak mampunya aku masih sempat menggambar di lembar soalku. aku terbawa dalam lamunanku, hingga terbesit sebuah pemikiran "kalo seperti ini aku pasti tidak akan berhasil,hmm aku harus memilih dengan memilih hanya ada dua kemungkinan aku berhasil atau tidak sama sekali". Kala itu aku memutuskan untuk menjawab acak soal tersebut yang aku ingat sempat aku berfikir sebuah angka yang bagiku bagus dan angka itu ku pilih untuk ku jadikan jawaban. Kembali, pulang dengan kekecewaan dan semua perasaan yang ku takutkan hingga aku benahi dengan berserah diri kepada Tuhan.Waktu datang untuk memaksaku pulang, ya selang sehari setelah itu kami pulang kembali ke kampung halaman berlanjut dengan mendapat label sebagai pengangguran. Berhari-hari aku di cap sebagai pengangguran,hidup tak menentu dengan arah tak jelas,tidur,main.makan.yaaa seperti itulah kira-kira. Hingga tepat tanggal 8 juni 2013 muncul kabar hasil SBMPTN keluar,kali ini aku hanya melihatnya dari telepon genggamku,jam yang ditunggu tiba sebuah pesan terpampang memeberi tahu bahwa hasil sudah keluar, tapi yang aku sesalkan sahabat yang memberi tahuku ternyata gagal, entah ada apa dan mengapa aku memutuskan untuk solat terlebih dahulu sebelum membuka hasil SBMPTN ku,selesai solat ku masukkan semua data yang di minta, dan terpampang sebuah kalimat " Selamat, anda dinyatakan lulus SBMPTN 2013" di sebuah universitas negeri yakni Universitas Andalas.Pesan saya kepada anda yang membaca "jika suatu saat anda gagal, jangan menyerah, Tuhan selalu punya jalan terbaik untuk hamba-Nya, lihatlah aku dan mereka(sahabatku) mereka adalah orang yang pernah gagal tapi mereka mampu bangkit dari kegagalannya dan mampu meraih apa yang mereka inginkan,gagal itu biasa tapi jangan biasa gagal :),dan kesuksesan itu bukan berarti anda tidak pernah gagal tapi sukses itu adalah ketika anda bisa bangkit dari kegagalan ,tetap semangat dan berfikir positif :)" semoga bermanfaat :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar